Cerita Asik - Galang Yang Mengajak Tantenya Bercinta - Cerita 69

Breaking

Cerita 69

Cerita 69 Cerita seks sedap dan nikmat

Definition List

Post Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, July 26, 2022

Cerita Asik - Galang Yang Mengajak Tantenya Bercinta


Cerita Seks Galang Yang Mengajak Tantenya Bercinta


Cerita Asik - "Tante, kita ngentot yuk..." begitu tiba-tiba Galang mengatakan kepada tantenya. Tantenya merasa terkejut mendengar perkataan keponakannya itu."

"Kamu tau dari mana bicara seperti itu?" tanya tantenya terkejut.

"Dari Rony," kata Galang cepat.

"Rony itu siapa?"

"Itu teman main Galang yang di depan rumah kita," jawab Galang.

"Rony yang tinggi kurus itu?" tanya tantenya pula. Galang mengangguk. Rony memang teman Galang setiap kali bermain. Rony sudah kelas 2 SMP sedang Galang masih kelas enam SD berusia 13 tahun.

"Rony bilang begitu kepada siapa" tanya tantenya ingin tahu.

"Kepada tantenya. Katanya, ngentot sama tantenya itu enak sekali. Apa benar ngentot itu enak tante," tanya Galang lebih ingin tahu pula.

"Lalu tantenya bilang apa?" tante Galang lebih ingin tahu pula.

"Jangan kuat-kuat kalu bicara, nanti didengar orang. Apa kamu sudah sangat ingin? Ayo masuk ke kamar duluan," Galang menirukan suara tantenya.

"Lalu?"

"Rony masuk kamar, kemudian tantenya mengunci pintu. Dari jendela Aku lihat Tantenya masuk kamar juga," Galang menjelaskan pula.

"Setelah masuk kamar, kan Galang tidak tahu apa yang mereka lakukan," kata Tantenya pula.

"Aku mengintip dari tempat lain. Aku lihat Rony dan tantenya mebuka pakaian mereka. Lalu berciuman dan tindih-tindihan, kata Galang."

"Lalu," Tante Galang ingin tahu, tapi mendengar cerita itu dia antusias sekali dan mulai horny. Tak sabar dia untuk mengetahui bagaimana pengamatan Galang antara Rony dan Tantenya itu.

"Aku tanya Rony. Rony cerita, kalau itu namanya ngentot. Enak katanya Tante," ujat Galang pula. Tante Galang sangat terkejut sekali mendengar cerita Galang keponakannya itu. Galang adalah anak dari kakak kandungnya.

"Tante...Galang mau ngentot juga sama tante. Boleh kan," tanya Galang lebih menginginkan.

"Kita ke kamar yuk Tente," ajak Galang. Di tariknya tantenya memasuki kamar tidur tantenya di lantai atas. Duh...anak ini. Apa yang dia tahu tentang seks, pikirnya. Rasa ingin tahunya menjadi lebih tingi lagi.

Di kamar, Rony membuka celananya dan mempermainkan burungnya. Tantenya melihat tingkah laku keponakannya itu menjadi terasa geli. Tante Galang berusia 32 tahun, belum menikah dan bekerja sebagai sebuah staf di sebuah perusahaan dan tinggal bersama keluarga Galang.

"Diisap dong Tante," kata Galang kepada tantenya.

"Apa tantenya Rony tadi menjilati burungnya Rony," tanya tantenya pula.

"Iya tante,”

"Mana besar burung kamu dengan burung Rony, " tanya tantenya.

"Sama tante."

"Gak mau ah. Nanti kamu cerita kepada Rony dan kepada orang lain. Tante jadi malu. Nanti kamu juga akan dimusuhi orang-orang. Kalau mama dan papamu tahu, kamu juga pasti kena marah," kata Tantenya memancing.

"Sumpah tante, Galang tidak akan cerita kepada siapa pun juga," kata Galang berjanji.

"Kamu mengintip Rony dan tantenya sampai habis?" tanya tantenya pula.

"Iya tante..."

Jadi kamu sudah siap menirukan apa yang dilakukan tantenya kepda Rony?"

"Iya tante. Janji," Gilag mengiyakan pula. Tantenya pun jongkok, lalu memasukkan burung Galang ke dalam mulutnya dan mulai mempermainkan burung Rony dalam mulutnya. Tak lama, burung Galang pun mengeras. Melihat burung Rony, tantenya menjadi horny juga. Dia tak mengira, burung Galang bisa sebesar itu, Kira-kira sebesar jari jempol kakinya. Panjang sedikit lebih panjang dari jari tenganya. Keras dan licin.

"Tante buka baju dong. Galang mau isap tetek tante," kata Galang. Di tatapnya keponakannya itu. Perlahan dia membuka pakaiannya, hingga tinggal bra dan celana dalam saja. Lalu branya dia lepas dan menyodorkannya kepada Galang.

"Nah...isaplah," katanya. Galang mulai mengisap-isap tetek tantenya. Si tante benar-benar menjadei horny. Mulanya dia iseng ingin tahu, apakah keponakannya itu hanya bergurau saja atau tidak. Mungkin dia banyak mendengar cerita Rony atau melihat sendeiri dan mendengar pembicaraan Rony dan tantenya. Bukankah dia tadi mengatakan, kalau Galang harus meniru apa yang dilakukan Rony kepada tantenya?

"tante tidur dong. Biar Galang naik di atas tante. Biar Galang masukkan bvurung Galang," katanya tegas. Tantenya sedikit ragu. Apa benar ini? Tapi dalam hati, tantenya iongin tahu kebenaran, apa Galang sudah bisa memasukkan burungnya? Tantenya pun menelentangkan tubuhnya di atas lantai dan mengangkangkan kedua kakinya. Galang masuk ke antara kedua paha itu. Dia tusuk-tusukkan burungnya, tapi susah mengena ke lubang pagina tantenya. Akhirnya tantenya mengambil inisiatif dan memegang burung itu dan mencelupkannya ke dalam paginanya yang sudah basah itu.

"Akh..." si Tante meringis. Galang tidak mengertyoi makna rintihan itu. Dia tekan terus burungnya.

"Pelan Laaaangg," Tantenya merintih. Tantenya mash perawan walau sudah berusia 30-an. Galang terus menekan burungnya sampai semua bersarang ke dalam pagina itu.

"Udah dulu. Tahan dulu. Sakit," kata tantenya. Di tariknya kepala Galang untuk mengisapi teteknya agar Galang berhenti menekan burungnya. Beberapa saat kemudian, tantenya menekan-nekan pantat Galang. Galang mulai menarik burungnya dan kemudian menekan kembali.

"Pelan-pelan sayang. Kalau tak mau pelan-pelan, udhaan saja," kata si tante. Galang meniru kelakukan Rony menarik cucuk burungnya ke dalam lubang tantenya sembari memeluk tantenya. Galang juga melakukan itu. Byukankah tadi tantenya sendiri mengatakan agar Galang meniru apa yang dlakukan oleh Rony kepad tantenya? Lama kelamaan, si tante mengimbangi perlakuan Galang. Galang yang lebih pendek dari tantenya, mengarahkan kepala Galang ke tetek untuk mengisap. Galang sembari memeluk, terus mencucuk tarik burungnya. Tak lama, Galang menakan kuat-kuat burungnya, lalu berhenti mengisap teteknya. Tantenya sangat kecewa. Mungkin Galang sudah orgasme, sementara tantenya belum apa-apa, selain sedikit merasakan sakit, walau sudah sempat merasakan nikmat.

Galang meanrik tubuhnya dari tubuh tantenya. Dia mekaai celananya dan ke kamar mandi untuk pipis. Si Tante merenungi dirinya, karena paginanya sudah tak virgin lagi. Mulanya hanya ingin tahu, tapi kejaidannya justru membuat dirinya tidak virgin. Dengan wanti-wanti tantenya mengancam Galang untuk tidak bercerita kepada siapa-siapa.

Sejak saat itu, justru si tante yang ketagihan dan meminta, kalau Galang lupa untuk memintanya untuk ngeseks. Ai Tante membuat kode. Kalau dia mengedipkan mata sebelah kanan, berari, siap-siap untuk bersetubuh. Kalau mengedipkan mata sebelah kiri, berarti tidak aman dan harus sabar. Galang mengerti akan kode itu. Ketika Galang mengedipkan mata sebelah kanan, dia menungu jawaban dari tantenya. Jika tantenya mengedipkan mata sebelah kanan juga, berarti mereka harus naik ke lantai atas untuk bersetubuh. Tapi kalau tantenya membalas dengan kdipan mata sebelah kiri, berarti belum aman dan harap bersabar.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad